Senin, 02 Maret 2015

Mulai Karya Tulis Ilmiah



BAB I
PENDAHULUAN
                                                                    

A.    Latar Belakang
 Pendidikan merupakan sarana penunjang dalam  kehidupan, melalui  pendidikan tentunya manusia akan menjadi insan yang dapat berguna baik untuk dirinya, lingkungan, maupun orang lain. Melalui pendidikan manusia diharapkan untuk kedepanya dapat merubah  suatu hal menjadi lebih baik lagi. Dengan adanya alasan dan tujuan tertentu dalam pendidikan, pendidikan sangatlah penting dan berguna, diutamakan manusia dapat menerima pendidikan mulai dari usia anak-anak sebagai bekal hidup dimasa dewasanya. Bila anak-anak tidak dibekali dengan pendidikan yang cukup, maka masa dewasanya hanya akan menjadi orang yang bodoh dan hidupnya tidak akan berguna bagi dirinya, orang lain, maupun lingkungan. Pendidikan  diselenggarakan  dalam  bentuk  kegiatan belajar mengajar yang  dilaksanakan  didalam  jalur  sekolah  dan  diluar jalur  sekolah.  Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal dan informal yang dapat saling  melengkapi  dan  memperkaya.  Jenjang  pendidikan  formal  terdiri  atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Selain jenjang tersebut  dapat  juga  dilaksanakan  pendidikan  anak  usia  dini  yang diselenggarakan sebelum jenjang Pendidikan Dasar. Hal ini sesuai dengan UU RI  No.  20  th.  2003.  Pasal  28  ayat  1  yaitu  bahwa  pendidikan  anak  usia  dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Pendidikan  anak  usia  dini  yang  termasuk  didalamnya adalah  Taman Kanak-Kanak  (TK)  dan  Raudlatul  Athfal  (RA),  didirikan  sebagai  usaha mengembangkan  seluruh  segi  kepribadian  anak  didik  dalam  rangka menjembatani pendidikan keluarga ke Pendidikan Formal (Sekolah).
Dalam agama Islam umat manusia diwajibkan untuk mencari ilmu sejak kecil hingga mati.. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.

طلب العلم فريضة على كل مسلم والمسلمة اطلب العلم من المهد الى اللهد (الحديث)
Artinya :
Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan sejak buaian (kecil) sampai ke liang lahat (mati).

Tuhan telah mewujudkan bahwa jalan yang paling baik yang harus ditempuh untuk dapat mengembangkan kehidupan yang sesuai dengan martabat manusia itu adalah dengan menambah ilmu pengetahuan. Apalagi pendidikan sudah diberikan sejak anak-anak. Maka insyaallah masa depannya akan berguna terutama bagi orang lain, Negara dan agamanya. Sebaliknya jika anak-anak kurang menerima ilmu maka masa depan Negara dan agama akan hancur.
Berdasarkan apa yang telah disampaikan di atas, maka penulis tertarik untuk mengetahui sejauh mana fungsi dan peranan pendidikan bagi anak-anak pada umumnya, dan fungsi pendidikan RA Masyitoh  bagi masyarakat Desa Sidalang  Kecamatan Tersono dan sekitarnya pada khususnya.
Adapun alasan yang paling mendasar penulis mengambil judul tersebut adalah :
1.      Penulis merasa tertarik dan ingin mengetahui sejauh mana pendidikan yang tertanamkan pada Pendidikan di RA Masyitoh  Desa Sidalang .
2.      Karena lokasi RA Mastyitoh Desa Sidalang  tidak terlalu jauh jari tempat tinggal penulis, sehingga memudahkan penulis dalam mencari data dalam menyelesaikan karya tulis ini.

B.     Tujuan dan Manfaat Penulisan Karya Tulis
Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.      Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi syarat-syarat mengikuti Ujian Nasional (UN) SMA Wahid Hasyim Tersono.
2.      Penulis ingin mengetahui secara jelas mengenai peranan dan perkembangan RA Masyitoh  Desa Sidalang .
3.      Sebagai pengalaman pertama bagi penulis dalam pembuatan karya tulis, sehingga akan meningkatkan kemampuan penulis khususnya dibidang karya ilmiah
4.      Untuk melatih diri dalam mengemukakan buah pikiran secara tertulis supaya bertambah wawasan
        Sedangkan manfaat dari penulisan karya tulis diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para pembaca berupa informasi mengenai pembelajaran learning by doing dan
kreatifitas  anak,  serta  hal-hal  yang  berkaitan  dengannya.  Sehingga
mampu  mendorong  seorang  pendidik  untuk  bersikap  bijaksana  dalam
pemilih  model  pembelajaran  bagi  siswa-siswanya.  Agar  peserta  didik
dapat  secara  maksimal  mendapatkan  hasil  dari  kegiatan  pembelajaran
mereka  dan  tercipta  kegiatan  belajar  mengajar  yang menarik  dan
menyenangkan.



C.    Pembatasan Masalah
Dalam pembuatan karya tulis ini penulis hanya akan membahas tentang bagaimana peranan, manfaat dan perkembangan RA Masyitoh  Desa Sidalang  khususnya dalam bidang agama.




D.    Metode Penulisan Karya Tulis
Dalam penyusunan karya tulis ini penulis menggunakan metode pengumpulan data, yaitu sebagai berikut :
1.      Metode Literatur
Dengan metode ini penulis mengambil sumber dari buku-buku untuk pendidikan dasar berpijak supaya karya tulis ini dapat sesuai dengan hasil yang baik.
2.      Metode Interview
Dengan metode ini penulis dapat mengambil berita atau data dengan melakukan wawancara dengan pengurus RA Masyitoh  untuk mendapatkan data yang diperlukan guna menyusun karya tulis.
3.      Metode Observasi
Dengan metode ini penulis mengadakan peninjauan atau terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui bagaimana keadaan di RA Masyitoh  Desa Sidalang .

E.     Sistematika Penulisan
Karya tulis ini terdiri atas empat bab. Adapun perinciannya sebagai berikut :
BAB I       :    Pendahuluan yang meliputi sub bab : Latar Belakang, Alasan Pemilihan Judul, Tujuan Penulisan, Pembatasan Masalah, Metode Pengumpulan Data, dan Sistematika Penulisan.
BAB II     :    Landasan Teori yang atas empat sub bab, yaitu Pengertian Pendidikan, Tujuan Pendidikan, Macam-macam Pendidikan, dan Masalah Pendidikan Bagi Anak.
BAB III    :    Pembahasan meliputi sub bab yaitu Sejarah Berdiri dan Berkembangnya RA Masyitoh , Keberadaan RA Masyitoh  secara umum, Pengelolaan, Daftar Pengurus, Struktur Organisai, Keadaan Pendidik / Guru, dan Siswa RA Masyitoh , Keadaan Sarana dan Prasarana RA Masyitoh , Peranan Masyarakat, Hambatan, Solusi, Harapan, Peranan dan Manfaat RA Masyitoh .
BAB IV    :    Penutup yang memuat simpulan dan saran
Sebagai kelengkapan karya tulis ini penulis sertakan daftar pustaka dan lampiran.







BAB II
LANDASAN TEORI


A.    Pengertian Pendidikan
  Pendidikan pada hakekatnya adalah suatu proses pendewasaan manusia. Dalam penyusunan kebijakan di indonesia sering kali pendidikan diartikan sebagai upaya yang dialukan secara sadar dan tanggung jawab untuk membantu perkembangan kepribadian serta kemampuan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan pelatihan. Kegiatan yang bersifat bimbingan lebih dilekatkan kepada pemberian nasihat, petunjuk dan saran. Kegiatan pengajaran lebih ditekankan pada pengembangan intelektual dan penalaran, sedangkan kegiatan pelatihan lebih tampak sebagai pengembangan keterampilan.

B.     Tujuan Pendidikan
 Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan pemrintah ini, maka usahakan pendidikan mulai dari pra-sekolah ( TK/RA ), dilanjutkan ketingkat SD dan berlanjut sampai pendidikan di tingkat Universitas. Pada intinya pendidikan itu bertujuan untuk membentuk karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
.Melalui tujuan pendidikan ini berbagai aspek dapat kita arahkan. Rumusan tujuan pendidikan nasional bangsa Indonesia sudah termuat dalam UUD 1945 (versi Amandemen)
1.       Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”
2.       Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”
Tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Tujuan Pendidikan Menurut UNESCO. Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali melalui peningkatan mutu pendidikan. Berangkat dari pemikiran itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni: (1) learning to Know, (2) learning to do (3) learning to be, dan (4) learning to live together. Dimana keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan-tujuan IQ, EQ dan SQ
 Berdasarkan tujuan pendidikan di atas dapatlah kita rumuskan bahwa tujuan pendidikan itu harus melalui aspek pembentukan yang sesuai dalam sifat yang terdapat dalam diri manusia dan mampu mengembangkan kecakapan-kecakapan yang ada pada diri anak. Tujuan pendidikan di negara kita disebut juga dengan pendidikan nasional, yaitu pendidikan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia dunia pendidikan

C.    Macam-macam Pendidikan
1.      Pendidikan Formal
Yaitu pendidikan di sekolah yang berjalan secara teratur, bertingkat dan memenuhi syarat-syarat dengan jelas dan detail. Transformasi kebudayaan secara teratur dengan pembangunan masyarakat yang beraneka ragam. Kian hari masa pun berganti dan kebudayaan pun mengalami perubahan sesuai dengan zaman dan keanekaragaman masyarakat. Demikian pula dengan pendidikan dan pengajaran selalu berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang pendidikan.
Laju perkembangan pandangan masyarakat tentang pendidikan mulai bertambah dan mereka mulai menyadari akan tanggung jawab atas pendidikan bagi anak-anaknya. Banyak sekolah yang dikelola masyarakat, seperti dikenal sekolah negeri, sekolah swasta, dan yayasan. Dengan terbentuknya organisasi sekolah pendidikan berjalan dengan teratur, waktu sekolah ditentukan jadwal pelajaran dibuat dan tata tertib mulai berlaku. Dengan keadaan demikian, maka lahirlah sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Diatur oleh pemerintah
b.      Jangka waktu belajarnya lama
c.       Bersifat umum
Adapun yang termasuk pendidikan formal misalnya : Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi.

2.      Pendidikan Non Formal
Yang dimaksud pendidikan non formal adalah pendidikan yang teratur dengan sadar tanpa paksaan tetapi tidak mengikuti peraturan, misalnya : pelaksanaan program keaksaraan, latihan kerajinan tangan, kursus, dan lain-lain. Selaras dengan kemajuan zaman serta perkembangan kebutuhan yang dihadapi orang tua, juga karena kesibukannya mereka akhirnya menyadari bahwa merasa kurang mampu kalau harus mengurusi dan selalu membimbing anaknya secara kontinue. Memang pada mulanya sebelum anak mengenal dunia luar, orang tualah yang memberikan bimbingan kepada anaknya. Bergaul dengan dunia luar akan menjumpai hal-hal baru yang mungkin belum didapatkan dari orang tuanya, maka dia pun berusaha ingin tahu, ingin belajar segala sesuatu yang belum pernah diketahui.
Dari pendidikan nonformal tersebut diperoleh suatu pengetahuan berupa percakapan dan keterampilan khusus seperti : menjahit, bertani, perbengkelan, dan lain-lain. Namun pendidikan itu menitik beratkan pada keterampilan dan pengetahuan tertentu, maksudnya ada unsur kesenjangan antara keduanya dan ada satu tujuan yang hendak dicapai. Namun demikian lembaga itu belum diatur, karena didalamnya hanya terdapat program mengenai beberapa aspek saja. Masalah yang menyangkut sosial dan kemanusiaan serta pembentukan anak secara menyeluruh belum tercantum didalamnya. Pada hakekatnya pendidikan nonformal sering kita lihat dalam kursus-kursus sedangkan yang dikembangkan hanya khusus keterampilan tertentu, baik yang merupakan aspek keterampilan atau pengetahuan. Seperti kursus Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan sebagainya.
Penggunaan istilah nonformal berdasarkan keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1973 yang berbunyi, “Bahwa pendidikan nonformal diatur dan menjadi tugas Depnaker.”
Adapun ciri-ciri pendidikan non formal adalah :
a.       Berdasarkan aturan pemerintah
b.      Batas waktunya terbatas.
c.       Hanya mengembangkan aspek keterampilan.
d.      Pelaksanaannya dalam bentuk kursus.

3.      Pendidikan Informal
Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar sejak seorang lahir sampai mati. Dalam kehidupan keluarga, seorang anak yang belum mendapatkan pengaruh pergaulan untuk pertama kalinya ia mendapatkan pengetahuan sikap, tingkah laku dan lain sebagainya. Keterampilan dari orang tua karena peran orang tualah yang pertama mereka kenal dan mereka kagumi.
Anak memperoleh pengetahuan tentang alam sekitar dan ilmu-ilmu lain bukan hanya didapat dari orang tua saja namun juga dari saudara-saudara, kakak, paman, dan lain-lain. Adapun pelaksanaan pendidikan informal adalah dengan jalan melihat, meniru, mencoba, serta dapat berbentuk suruhan. Misalnya menyuruh anak untuk membuka pintu, jendela, menyapu, dan sebagainya.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri pendidikan informal adalah sebagai berikut :
a.       Tidak menggunakan peraturan resmi
b.      Berlandaskan akan kekeluargaan dan kasih sayang
c.       Pelaksanaannya bebas.

D.    Masalah Pendidikan Bagi Anak

BAB III
PEMBAHASAN


A.    Sejarah Berdiri dan Berkembangnya
     Awal  berdirinya  RA  Masyitoh Desa Sidalang  adalah  dengan  nama  TK Masyitoh Desa Sidalang  yang berdiri pada tahun 2000, tepatnya pada tangal 19 april 2000,  dibawah  pembinaan  yayasan  pendidikan  LP  Ma’arif  dan  didirikan  oleh Ibu  Susilowati  dan  beberapa  tokoh  masyarakat  kalibalik.  Pada  awal  mula didirikannya,  TK  Masyitoh  belum  memiliki  gedung  sendiri.  Pada  masa  itu masih menumpang di gedung Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sidalang dan siswa kurang lebih 20 anak dengan 2 pengajar. Berkat kerja keras pengurus dan didukung dari dana swadaya masyarakat Desa Sidalang , TK Masyitoh akhirnya dapat mendirikan gedung sendiri. Dan pada tahun 2002 atas pertimbangan bahwa RA Masyitoh  ini adalah TK  berasaskan  Keislaman  dan  dibawah  Yayasan  Islam  maka  TK  Masyitoh diganti  dengan  nama  Rhaudlatul  Athfal  (RA)  Masyitoh  Kalibalik  dibawah yayasan pendidikan muslimat NU. Dan sekarang RA Masyitoh  telah memiliki gedung  untuk  belajar  dengan  sarana  dan  prasarana yang  memadai  dan diampu oleh 5 pengajar. Dan tujuan didirikannya RA Masyitoh  ini adalah untuk ikut memberantas kebodohan,  khususnya  peningkatan  taraf  kehidupan  warga  masyarakat terutama pendidikan agama. Sehingga kelak kemudian bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.




B.     Keberadaan RA Masyitoh  Secara Umum
Melihat kenyataan bahwa RA Masyitoh  Desa Sidalang  tidak dapat menampung anak didik lebih banyak lagi, maka timbul niat masyarakat untuk membangun gedung RA Masyitoh , karena tanah sudah tersedia, hanya dana yang telah diperkirakan. Untuk mendapatkan dana tersebut yaitu melalui sumbangan dari wali murid dan sumbangan dari masyarakat. Dan sekarang berdirilah RA Masyitoh di Desa Mojoagung, dan keadaan bangunan tersebut mencukupi untuk melaksanakan proses pembelajaran. Adapun letak RA Masyitoh cukup strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat luar daerah, karena berada di sebelah timur dekat Masjid Mojoagung. Untuk itu siapa saja yang akan datang ke RA Masyitoh tidak merasa kesulitan.

C.    Pengelolaan
Pendidikan Raudhlatul atfal adalah pendidikan yang diselenggarakan sebelum sekolah dasar. pendidikan pra sekolah ini sebagai dasar sebagian besar dikelola oleh masyarakat. Kenyataan ini sesuai dengan harapan agar adanya pendidikan banyak anak-anak yang sekolah.
Sebagaimana Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0329 / VI 1985 tentang pernyataan rapat hasil kerja nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1985 adalah kesejahteraan umum di bidang pengelolaan dan pelayanan administrasi dan ditingkatkan usaha pembinaan baik yang menyangkut aspek mental, idiologi, dan kesetiaan pada tanah air maupun keterampilan dan kemampuan melalui pendidikan dan latihan yang koordinasi secara terpadu.
Pembinaan dan pengembangan kuantitatif atau teknis pendidikan anak usia dini hal ini meliputi kurikulum, sarana prasarana serta ketatausahaan dan kebudayaan. Dalam perkembangan di RA Masyitoh  Desa Sidalang lebih dititik beratkan pada peranan masyarakat, sehingga masyarakat akan lebih bertanggung jawab atas segala yang ada di RA MASYITOH  .
Mengenai pengelola RA Masyitoh  di Desa Sidalang  adalah masyarakat sendiri di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang pengelolaannya diserahkan oleh masyarakat.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda