Mulai Karya Tulis Ilmiah
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan merupakan sarana
penunjang dalam kehidupan, melalui pendidikan tentunya manusia akan menjadi
insan yang dapat berguna baik untuk dirinya, lingkungan, maupun orang lain.
Melalui pendidikan manusia diharapkan untuk kedepanya dapat merubah suatu hal menjadi lebih baik lagi. Dengan
adanya alasan dan tujuan tertentu dalam pendidikan, pendidikan sangatlah
penting dan berguna, diutamakan manusia dapat menerima pendidikan mulai dari
usia anak-anak sebagai bekal hidup dimasa dewasanya. Bila anak-anak tidak
dibekali dengan pendidikan yang cukup, maka masa dewasanya hanya akan menjadi
orang yang bodoh dan hidupnya tidak akan berguna bagi dirinya, orang lain,
maupun lingkungan. Pendidikan diselenggarakan dalam
bentuk kegiatan belajar mengajar
yang dilaksanakan didalam
jalur sekolah dan
diluar jalur sekolah. Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan
formal, nonformal dan informal yang dapat saling melengkapi
dan memperkaya. Jenjang
pendidikan formal terdiri
atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Selain
jenjang tersebut dapat juga
dilaksanakan pendidikan anak
usia dini yang diselenggarakan sebelum jenjang
Pendidikan Dasar. Hal ini sesuai dengan UU RI
No. 20 th.
2003. Pasal 28
ayat 1 yaitu
bahwa pendidikan anak
usia dini diselenggarakan sebelum
jenjang pendidikan dasar. Pendidikan
anak usia dini
yang termasuk didalamnya adalah Taman Kanak-Kanak (TK)
dan Raudlatul Athfal
(RA), didirikan sebagai
usaha mengembangkan seluruh segi kepribadian anak
didik dalam rangka menjembatani pendidikan keluarga ke Pendidikan Formal (Sekolah).
Dalam agama Islam umat manusia diwajibkan untuk mencari ilmu sejak
kecil hingga mati.. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.
طلب العلم
فريضة على كل مسلم والمسلمة اطلب العلم من المهد الى اللهد (الحديث)
Artinya :
“Mencari ilmu itu wajib bagi
setiap muslim laki-laki maupun perempuan sejak buaian (kecil) sampai ke liang
lahat (mati).
Tuhan telah mewujudkan bahwa jalan yang paling baik yang harus
ditempuh untuk dapat mengembangkan kehidupan yang sesuai dengan martabat
manusia itu adalah dengan menambah ilmu pengetahuan. Apalagi pendidikan sudah
diberikan sejak anak-anak. Maka insyaallah masa depannya akan berguna terutama
bagi orang lain, Negara dan agamanya. Sebaliknya jika anak-anak kurang menerima
ilmu maka masa depan Negara dan agama akan hancur.
Berdasarkan apa yang telah disampaikan di atas, maka penulis
tertarik untuk mengetahui sejauh mana fungsi dan peranan pendidikan bagi
anak-anak pada umumnya, dan fungsi pendidikan RA Masyitoh bagi masyarakat Desa Sidalang Kecamatan Tersono dan sekitarnya pada
khususnya.
Adapun alasan yang paling mendasar penulis mengambil judul tersebut
adalah :
1.
Penulis merasa
tertarik dan ingin mengetahui sejauh mana pendidikan yang tertanamkan pada Pendidikan
di RA Masyitoh Desa Sidalang .
2.
Karena lokasi RA
Mastyitoh Desa Sidalang tidak terlalu
jauh jari tempat tinggal penulis, sehingga memudahkan penulis dalam mencari
data dalam menyelesaikan karya tulis ini.
B.
Tujuan dan
Manfaat Penulisan Karya Tulis
Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.
Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi syarat-syarat
mengikuti Ujian Nasional (UN) SMA Wahid Hasyim Tersono.
2.
Penulis ingin
mengetahui secara jelas mengenai peranan dan perkembangan RA Masyitoh Desa Sidalang .
3.
Sebagai
pengalaman pertama bagi penulis dalam pembuatan karya tulis, sehingga akan
meningkatkan kemampuan penulis khususnya dibidang karya ilmiah
4.
Untuk melatih
diri dalam mengemukakan buah pikiran secara tertulis supaya bertambah wawasan
Sedangkan manfaat dari
penulisan karya tulis diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para pembaca
berupa informasi mengenai pembelajaran learning by doing dan
kreatifitas anak, serta
hal-hal yang berkaitan
dengannya. Sehingga
mampu mendorong seorang
pendidik untuk bersikap
bijaksana dalam
pemilih model pembelajaran
bagi siswa-siswanya. Agar
peserta didik
dapat secara maksimal
mendapatkan hasil dari
kegiatan pembelajaran
mereka dan tercipta
kegiatan belajar mengajar
yang menarik dan
menyenangkan.
C.
Pembatasan
Masalah
Dalam
pembuatan karya tulis ini penulis hanya akan membahas tentang bagaimana
peranan, manfaat dan perkembangan RA Masyitoh Desa Sidalang khususnya dalam bidang agama.
D.
Metode
Penulisan Karya Tulis
Dalam
penyusunan karya tulis ini penulis menggunakan metode pengumpulan data, yaitu
sebagai berikut :
1.
Metode
Literatur
Dengan metode ini penulis mengambil sumber dari buku-buku untuk
pendidikan dasar berpijak supaya karya tulis ini dapat sesuai dengan hasil yang
baik.
2.
Metode
Interview
Dengan metode ini penulis dapat mengambil berita atau data dengan
melakukan wawancara dengan pengurus RA Masyitoh untuk mendapatkan data yang diperlukan guna
menyusun karya tulis.
3.
Metode
Observasi
Dengan metode ini penulis mengadakan peninjauan atau terjun
langsung ke lapangan untuk mengetahui bagaimana keadaan di RA Masyitoh Desa Sidalang .
E.
Sistematika
Penulisan
Karya
tulis ini terdiri atas empat bab. Adapun perinciannya sebagai berikut :
BAB I : Pendahuluan yang meliputi sub bab : Latar
Belakang, Alasan Pemilihan Judul, Tujuan Penulisan, Pembatasan Masalah, Metode
Pengumpulan Data, dan Sistematika Penulisan.
BAB II : Landasan Teori yang atas empat sub bab,
yaitu Pengertian Pendidikan, Tujuan Pendidikan, Macam-macam Pendidikan, dan
Masalah Pendidikan Bagi Anak.
BAB III : Pembahasan meliputi sub bab yaitu Sejarah
Berdiri dan Berkembangnya RA Masyitoh , Keberadaan RA Masyitoh secara umum, Pengelolaan, Daftar Pengurus,
Struktur Organisai, Keadaan Pendidik / Guru, dan Siswa RA Masyitoh , Keadaan
Sarana dan Prasarana RA Masyitoh , Peranan Masyarakat, Hambatan, Solusi,
Harapan, Peranan dan Manfaat RA Masyitoh .
BAB IV : Penutup yang memuat simpulan dan saran
Sebagai kelengkapan karya tulis ini penulis sertakan daftar pustaka
dan lampiran.
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Pengertian Pendidikan
Pendidikan pada hakekatnya
adalah suatu proses pendewasaan manusia. Dalam penyusunan kebijakan di
indonesia sering kali pendidikan diartikan sebagai upaya yang dialukan secara
sadar dan tanggung jawab untuk membantu perkembangan kepribadian serta
kemampuan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan pelatihan.
Kegiatan yang bersifat bimbingan lebih dilekatkan kepada pemberian nasihat,
petunjuk dan saran. Kegiatan pengajaran lebih ditekankan pada pengembangan
intelektual dan penalaran, sedangkan kegiatan pelatihan lebih tampak sebagai
pengembangan keterampilan.
B.
Tujuan
Pendidikan
Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia
Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan,
kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa
tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan
memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan pemrintah
ini, maka usahakan pendidikan mulai dari pra-sekolah ( TK/RA ), dilanjutkan
ketingkat SD dan berlanjut sampai pendidikan di tingkat Universitas. Pada
intinya pendidikan itu bertujuan untuk membentuk karakter seseorang yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
.Melalui tujuan pendidikan ini berbagai aspek dapat kita arahkan.
Rumusan tujuan pendidikan nasional bangsa Indonesia sudah termuat dalam UUD
1945 (versi Amandemen)
1.
Pasal 31, ayat
3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem
pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”
2.
Pasal 31, ayat
5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan
menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan
peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”
Tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang No. 20, Tahun
2003. Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No.
20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.”
Tujuan Pendidikan Menurut UNESCO. Dalam upaya meningkatkan kualitas
suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali melalui peningkatan mutu pendidikan.
Berangkat dari pemikiran itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga
UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization)
mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan,
yakni: (1) learning to Know, (2) learning to do (3) learning to be, dan (4)
learning to live together. Dimana keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan-tujuan IQ, EQ dan SQ
Berdasarkan tujuan
pendidikan di atas dapatlah kita rumuskan bahwa tujuan pendidikan itu harus
melalui aspek pembentukan yang sesuai dalam sifat yang terdapat dalam diri
manusia dan mampu mengembangkan kecakapan-kecakapan yang ada pada diri anak.
Tujuan pendidikan di negara kita disebut juga dengan pendidikan nasional, yaitu
pendidikan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia dunia pendidikan
C.
Macam-macam
Pendidikan
1.
Pendidikan
Formal
Yaitu pendidikan di sekolah yang berjalan secara teratur,
bertingkat dan memenuhi syarat-syarat dengan jelas dan detail. Transformasi
kebudayaan secara teratur dengan pembangunan masyarakat yang beraneka ragam.
Kian hari masa pun berganti dan kebudayaan pun mengalami perubahan sesuai
dengan zaman dan keanekaragaman masyarakat. Demikian pula dengan pendidikan dan
pengajaran selalu berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang
pendidikan.
Laju perkembangan pandangan masyarakat tentang pendidikan mulai
bertambah dan mereka mulai menyadari akan tanggung jawab atas pendidikan bagi
anak-anaknya. Banyak sekolah yang dikelola masyarakat, seperti dikenal sekolah
negeri, sekolah swasta, dan yayasan. Dengan terbentuknya organisasi sekolah
pendidikan berjalan dengan teratur, waktu sekolah ditentukan jadwal pelajaran
dibuat dan tata tertib mulai berlaku. Dengan keadaan demikian, maka lahirlah
sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Jadi dapat disimpulkan bahwa
pendidikan formal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.
Diatur oleh
pemerintah
b.
Jangka waktu
belajarnya lama
c.
Bersifat umum
Adapun yang termasuk pendidikan formal misalnya : Sekolah Dasar
(SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan
Perguruan Tinggi.
2.
Pendidikan Non
Formal
Yang dimaksud pendidikan non formal adalah pendidikan yang teratur
dengan sadar tanpa paksaan tetapi tidak mengikuti peraturan, misalnya :
pelaksanaan program keaksaraan, latihan kerajinan tangan, kursus, dan
lain-lain. Selaras dengan kemajuan zaman serta perkembangan kebutuhan yang
dihadapi orang tua, juga karena kesibukannya mereka akhirnya menyadari bahwa
merasa kurang mampu kalau harus mengurusi dan selalu membimbing anaknya secara
kontinue. Memang pada mulanya sebelum anak mengenal dunia luar, orang tualah
yang memberikan bimbingan kepada anaknya. Bergaul dengan dunia luar akan
menjumpai hal-hal baru yang mungkin belum didapatkan dari orang tuanya, maka
dia pun berusaha ingin tahu, ingin belajar segala sesuatu yang belum pernah
diketahui.
Dari pendidikan nonformal tersebut diperoleh suatu pengetahuan
berupa percakapan dan keterampilan khusus seperti : menjahit, bertani,
perbengkelan, dan lain-lain. Namun pendidikan itu menitik beratkan pada
keterampilan dan pengetahuan tertentu, maksudnya ada unsur kesenjangan antara
keduanya dan ada satu tujuan yang hendak dicapai. Namun demikian lembaga itu
belum diatur, karena didalamnya hanya terdapat program mengenai beberapa aspek
saja. Masalah yang menyangkut sosial dan kemanusiaan serta pembentukan anak
secara menyeluruh belum tercantum didalamnya. Pada hakekatnya pendidikan
nonformal sering kita lihat dalam kursus-kursus sedangkan yang dikembangkan
hanya khusus keterampilan tertentu, baik yang merupakan aspek keterampilan atau
pengetahuan. Seperti kursus Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan sebagainya.
Penggunaan istilah nonformal berdasarkan keputusan Presiden Nomor
34 Tahun 1973 yang berbunyi, “Bahwa pendidikan nonformal diatur dan menjadi
tugas Depnaker.”
Adapun ciri-ciri pendidikan non formal adalah :
a.
Berdasarkan aturan
pemerintah
b.
Batas waktunya
terbatas.
c.
Hanya
mengembangkan aspek keterampilan.
d.
Pelaksanaannya
dalam bentuk kursus.
3.
Pendidikan
Informal
Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh dari
pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar sejak seorang lahir sampai
mati. Dalam kehidupan keluarga, seorang anak yang belum mendapatkan pengaruh
pergaulan untuk pertama kalinya ia mendapatkan pengetahuan sikap, tingkah laku
dan lain sebagainya. Keterampilan dari orang tua karena peran orang tualah yang
pertama mereka kenal dan mereka kagumi.
Anak memperoleh pengetahuan tentang alam sekitar dan ilmu-ilmu lain
bukan hanya didapat dari orang tua saja namun juga dari saudara-saudara, kakak,
paman, dan lain-lain. Adapun pelaksanaan pendidikan informal adalah dengan
jalan melihat, meniru, mencoba, serta dapat berbentuk suruhan. Misalnya
menyuruh anak untuk membuka pintu, jendela, menyapu, dan sebagainya.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri pendidikan
informal adalah sebagai berikut :
a.
Tidak
menggunakan peraturan resmi
b.
Berlandaskan
akan kekeluargaan dan kasih sayang
c.
Pelaksanaannya
bebas.
D.
Masalah
Pendidikan Bagi Anak
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Berdiri
dan Berkembangnya
Awal berdirinya RA
Masyitoh Desa Sidalang adalah
dengan nama TK Masyitoh Desa Sidalang yang berdiri pada tahun 2000, tepatnya pada
tangal 19 april 2000, dibawah pembinaan
yayasan pendidikan LP
Ma’arif dan didirikan
oleh Ibu Susilowati dan
beberapa tokoh masyarakat
kalibalik. Pada awal
mula didirikannya, TK Masyitoh
belum memiliki gedung
sendiri. Pada masa
itu masih menumpang di gedung Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sidalang dan
siswa kurang lebih 20 anak dengan 2 pengajar. Berkat kerja keras pengurus dan
didukung dari dana swadaya masyarakat Desa Sidalang , TK Masyitoh akhirnya
dapat mendirikan gedung sendiri. Dan pada tahun 2002 atas pertimbangan bahwa RA
Masyitoh ini adalah TK berasaskan
Keislaman dan dibawah
Yayasan Islam maka
TK Masyitoh diganti dengan
nama Rhaudlatul Athfal
(RA) Masyitoh Kalibalik
dibawah yayasan pendidikan muslimat NU. Dan sekarang RA Masyitoh telah memiliki gedung untuk
belajar dengan sarana
dan prasarana yang memadai
dan diampu oleh 5 pengajar. Dan tujuan didirikannya RA Masyitoh ini adalah untuk ikut memberantas
kebodohan, khususnya peningkatan
taraf kehidupan warga
masyarakat terutama pendidikan agama. Sehingga kelak kemudian bermanfaat
bagi agama, nusa dan bangsa.
B.
Keberadaan RA
Masyitoh Secara Umum
Melihat
kenyataan bahwa RA Masyitoh Desa
Sidalang tidak dapat menampung anak
didik lebih banyak lagi, maka timbul niat masyarakat untuk membangun gedung RA
Masyitoh , karena tanah sudah tersedia, hanya dana yang telah diperkirakan.
Untuk mendapatkan dana tersebut yaitu melalui sumbangan dari wali murid dan
sumbangan dari masyarakat. Dan sekarang berdirilah RA Masyitoh di Desa
Mojoagung, dan keadaan bangunan tersebut mencukupi untuk melaksanakan proses
pembelajaran. Adapun letak RA Masyitoh cukup strategis dan mudah dijangkau oleh
masyarakat luar daerah, karena berada di sebelah timur dekat Masjid Mojoagung.
Untuk itu siapa saja yang akan datang ke RA Masyitoh tidak merasa kesulitan.
C.
Pengelolaan
Pendidikan
Raudhlatul atfal adalah pendidikan yang diselenggarakan sebelum sekolah dasar. pendidikan
pra sekolah ini sebagai dasar sebagian besar dikelola oleh masyarakat.
Kenyataan ini sesuai dengan harapan agar adanya pendidikan banyak anak-anak
yang sekolah.
Sebagaimana
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0329 / VI 1985 tentang
pernyataan rapat hasil kerja nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada
tahun 1985 adalah kesejahteraan umum di bidang pengelolaan dan pelayanan
administrasi dan ditingkatkan usaha pembinaan baik yang menyangkut aspek
mental, idiologi, dan kesetiaan pada tanah air maupun keterampilan dan
kemampuan melalui pendidikan dan latihan yang koordinasi secara terpadu.
Pembinaan
dan pengembangan kuantitatif atau teknis pendidikan anak usia dini hal ini
meliputi kurikulum, sarana prasarana serta ketatausahaan dan kebudayaan. Dalam
perkembangan di RA Masyitoh Desa
Sidalang lebih dititik beratkan pada peranan masyarakat, sehingga masyarakat
akan lebih bertanggung jawab atas segala yang ada di RA MASYITOH .
Mengenai
pengelola RA Masyitoh di Desa Sidalang adalah masyarakat sendiri di bawah naungan
Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang pengelolaannya diserahkan oleh masyarakat.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda